Rabu, 02 Desember 2015

Budaya Khas, Latah


Ekspresi Kaget Gua

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak pulau dari sabang sampai marauke. Pulau-pulau tersebut terpisahkan satu dengan yang lainnya oleh lautan yang luas, yang memenuhi hampir 2/3 dari bagian teritorial Indonesia sendiri. Nah, karena banyak pulau yang terplot-plot, menyebabkan budaya tiap-tiap masyrakatnya berbeda. Tapi, dari perbedaan itu, ada satu budaya khas yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia,  yaitu adalah budaya, LATAH.

Gua yakin, diantara elu semua pasti pernah ngelakuin budaya khas ini. Ya, latah dalam wikipedia sendiri artinya adalah suatu keadaan fisik di mana penderita secara spontanitas mengeluarkan respon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat dan sering disertai gerakan tubuh) terhadap suara atau gerakan yang sifatnya mengagetkan penderita. Sejauh ini, latah baru ditemukan di budaya dan orang Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia. Oleh sebab itu, latah dianggap sebagai suatu sindrom khusus kebudayaan (wikipedia 2015).

Tapi elu tau enggak bro... sis.... kenapa elu atau temen elu, bahkan mantan elu kalo latah tuh ngomongnya pasti yang aneh? Gua awalnya juga enggak tau kenapa ada orang yang kaget tiba-tiba bisa teriak “ayam ayam” atau teriak “Eh copot copot” atau parahnya lagi “Anj***g”. Kenapa enggak ngomongnya “Allahu Akbar” atau “Innalillah”? biar selalu inget ama Allah gituuu... #Asek #JadiUstad1Menit. Pernah berpikiran kayak gua gitu enggak elu? Kenapa kalo orang latah ngomongnya pasti kata-kata yang aneh?

Nah, gua awalnya juga bingung kenapa orang latah ngomongnya bisa aneh kayak gitu, tapi gua mulai tau alasannya ketika pada suatu malam gua balik sendiri tak ada yang menemani dan tak pernah merasa sepi #Baper #EfekSingle #NowPlayingTerlaluLamaSendiri. Gua lewat suatu jalan daerah kampung, dan ketika gua lagi ngebut, kecepatan gua mencapai 60km/jam (red: itu jalanan kampung kecil loh ya, jadi kecepatan segitu udah termasuk ngebut) tiba-tiba dari arah yang tak terduga (red: samping) ada seekor ayam yang berlari menyebrangi jalan dan jaraknya itu hanya 1 meter di depan motor gua... Sontak gua pun berteriak kesal...

“Eh, ayam ayamm!!...”

Deg, setelah ayam gua melewati momen nyaris menabrak ayam. Gua pun sadar, gua terkesan kayak latah. Gua teriak “ayam ayam” ketika kaget, ya walaupun emang beneran ayam yang lewat. Padahal juga maksud gua teriak itu karena gua kesel sama ayamnya. Tiba-tiba lewat di depan gua seenak kulitnya aja.  

Inti dari cerita gua itu. Elu pasti bisa memahami bahwasannya seorang latah ngomong sesuatu itu karena kata-kata tersebut adalah kata-kata yang sering dia ucapin atau sering di alami. Kayak yang di cerita gua. Gua 70% yakin kalau ayam sering lewat di depan motor elu ketika elu ngebut, ketika latah elu bakalan sering teriak ayam ayam, dan ketika elu laper elu juga bakal nyebut-nyebut nama ayam karena emang ayam itu punya kulit yang enak.


Tapi, masih ada satu hal yang gua bingung, apa itu? Kan udah jelas ya, berdasarkan riset terbaru gua kalau kata-kata orang latah itu merupakan sesuatu yang sering dia katakan atau yang sering dia alami. Nah, kalau orang latah yang sering ngomong “copot eh copot”? gua penasaran dah, hal apa yang sering dialami sampe buat dia sering ngomong gitu, haha. 
Posting Komentar