Kamis, 30 April 2015

#ChamPiOne



Bulan ini bulan april. Bulan ke empat dari 12 bulan. Trus kenapa? Enggak kenapa-kenapa kok, hehe. Gua cuman pengen ngasih tau aja ke elu. Sekarang ini gua udah semester 2 di Tahap Persiapan Bersama (TPB) IPB. Nah, hal itu secara enggak langsung berarti bahwasannya gua udah hampir setahun berada di IPB. Udah hampir setahun bareng temen-temen anak P01 yang ketjeh abeesss... Dan nyeseknya, ketika gua udah mulai merasa nyaman dan asik dengan anak-anak P01. Kami semua harus berpisah, karena kami harus melanjutkan studi di departemen (baca: jurusan atau program studi) masing-masing. Kan nyesek... sedih euy.. HUAAA.. MAMAAAA... beliin mainan itu maaa...

Walaupun sedih, tapi gua mencoba untuk tegar tetap bertahan. Gua berusaha untuk enggak sedih. Gua COWOK men. Gua harus SETRONG! Gua harus bisa melawan kesedihan gua. Gua harus bisa berpisah dari temen-temen gua. Gua harus bisa berpisah dengan diri-NYA. NYA... Iya! Doi... OB yang suka bersihin kelas gua kalo abis kuliah.

Seperti cerita-cerita di novel atau pelem gitu. Awalnya gua ama anak-anak kelas P01 pada malu-malu tikus, munculnya kalo udah ada yang memulai. Pada jaim semua, alias Jomblo Akut Ih~ Memang (ket: baca Ih nya agak lebay gimana gitu ya, Ih~). Pada diem-dieman awalnya. Enggak ada yang berani berisik dikelas. Tapi itu semua berubah ketika kami, sudah mengenal dan akrab satu sama lain.
Dulu kami hanya saling sapa doank, trus percakapannya pasti gini doank kalo misalnya ketemu atau papasan dijalan #Pengalaman #EnggakAsik

“Wey... tio, dari mana?” kata gua

“Wey keri... dari bara” kata dia

Trus gua jalan lalu aja lewatin dia..  Udah gitu aja, gk seru banget kan? Ya enggak? Padahal asal elu tau aja, gua sebenernya pengen ngomong gini ke dia.

“Dari bara elu ye? Abis pacaran ya??? Eh tapi tunggu dulu... emang ada yang mau ama elu yo? Enggak ada dh kayaknya. HAHAHA” pengen rasanya ngomong kayak gitu, haha.

Sekarang! NOWDAYS (efek kuliah inggris) kami masih saling tegur sapa, cuman lebih dari tegur sapa biasa. Kami sudah saling bercanda satu sama lain, dimanapun dan kapanpun. Pas kuliah, pas praktikum, pas olahraga, pas berak di wc juga saling bercanda. Kami juga udah saling berbaur antara cewe dan cowo. Kami udah saling ejek, saling ngatain, saling ngehina. Lah bedanya apa? Sama aja yak? Hehe. Pokoknya udah sampai batas tingkat pertemanan tertinggi, yaitu...
Photo

Kenapa kami bisa “begitu” dalam hanya kurun waktu sekamir 8 – 10 bulan? Nah, kebersamaan kami tuh ditempa melalui event-event that had been we pass together, internal or eksternal (efek kuliah inggris). Acara internal seperti makrab dan sikrab. Malam keakraban dan siang keakraban. Jadi event yang diadain dari kami, oleh kami, dan untuk kami. #Beuh #SokBijak. Event itu membuat kami lebih saling mengenal dan lebih terbuka (jangan mikir macem-macem elu ya) satu sama lain.

Rasa kesatuan dan kebersamaan kami juga semakin terasa lebih erat karena event eksternal (macem lomba gitu) yang kami ikuti bersama. Yang pertama, kami ikut event Essential (event seni gitu di TPB). Kami mengirim perwakilan dari kelas kami untuk SHOW TIME dan di event tersebut kami juga mengikuti lomba stand. Kelas kami mendapat amanah dari panitia untuk membuat stand daerah Gorontalo (gua pengen jujur ke elu kalo yang ngambil undiannya waktu itu gua). Awalnya temen gua pada enggak terima karena kelas kami enggak tau apa-apa tentang Gorontalo, enggak ada yang asalya dari Gorontalo. Tapi! Kami tidak menyerah. Kami berjuang bersama. Dan berkorbn bersama. Alhadulillah, kami mendapat gelar stand TERTOTALITAS!. Beuh.


Stand Gorontalo


Teriak-teriak Gaje Depan Stand

Enggak berhenti disitu aja! Setelah event Essential, ada event aeorobik. Sebenernya itu adalah event penilaian untuk UTS. Tapi di event itu juga ada penilaian aerobik bikinan kelas. Ada juara favorit dan juara satu, dua, tiga. Sebenarnya kelas kami tidak terlalu mengincar untuk mendapat gelar apapun. Tapi berkat kerjasama, kekompakan, dan doa anak-anak soleh P01, Alhamdulillah kelas kami mendapat juara dua kelas terbaik aerobiknya.


Pialanya Kecil Amat Yak, wkwk.

Essential, setelah itu aerobik, kemudian dilanjutkan dengan event TPB CUP. Event olahraga bergengsi di TPB. Dalam even TPB CUP, kelas kami mengerahkan seluruh squad terbaik yang dimiliki. Seperti Cici Gita, salah satu cewe strong di kelas dan mewakili TPB untuk mengikuti marathon putri. Dan kemampuannya sudah terbukti karena sering mengikuti colour run gitu, bukan color run ya? Bahaya, masa lari cuma pake color doank? Ya enggak?

Seperti kata pepatah. Dibalik suami sukses, pasti ada istri yang kuat. Seperti itulah keadaan kelas kami. Dibalik suami sukses (para atlit-atlit), ada istri (suporter) yang kuat. Karena itulah, Kami... para Pioners menyatukan suara untuk mendukung seluruh atlit kami dengan berteriak

FORRRZZZAAAAAA PIIOOONNNEEEE!!!!

PIONE CHAMPIONEESS!!!

Suatu teriakan yang dapat mengetarkan dan memecahkan kaca-kaca di gymnasium #Lebay. Kami semua bersatu padu untuk mendukung dan menssuport seluruh atlit yang memperjuangkan nama baik kelas kami. Kami semua BERSATU! Meneriakkan kata-kata yang berbau #ChamPiOne. Berkat kerjasama dan suara-suara yang dikorbankan seluruh suporter, alhamdulillah, kelas kami mendapat gelar...

SUPORTER TERBAIK...

Dan asal elu tau aja, perolehan medalinya hanya beda 2 poin dengan juara umum TPB CUP, Kelas peenam (P06). Walaupun kami tidak mendapat gelar juara umum. Tapi kami semua sudah puas, sudah sangat bangga, merasa bahwa kelas kami lah yang juara sebenernya. Kenapa? Karena sudah tidak ada lagi rasa canggung diantara anak kelas, sudah bisa bersatu, ber #ChamPiOne, dan meneriakkan FORZA PIONE bersama-sama.


Squad Of Supporter PiOne


P satu P satu OAEO... 

 Dari stand tertotalitas, juara dua aerobik, sampai juara suporter terbaik. Sungguh merupakan prestasi yang sangat dibanggakan. Jujur gua bangga banget ama kelas P01 ini. Gua bangga punya temen-temen kayak mereka. Gua bangga dan sangat bergetar ketika kami bersama-sama menriakkan..

 FORRRZZZAAAAAA PIIOOONNNEEEE!!!!

Banyak orang yang bilang kalo masa kuliah itu enggak bakal seseru masa ketika SMA. Tapi ternyata itu hanya sekedar mitos sob, sekedar MIe aTOS (yang ngerti pasti cuma orang jawa). Gua menemukan cerita yang berbeda dengan kelas penol satu ini. Gua berasa menemukan keluarga besar gua di IPB. Keluarga yang selama ini tertukar.

Diakhir... Kok gua jadi sedih sih ya?  Berat aja gitu rasanya ninggalin mereka. Udah terlanjur deket ama seseorang, pasti elu bakal ngerasa BERAT ninggalin mereka. Ya enggak sih? BERAT sob rasanya, kayak ngangkat aqua galon ke atas dispenser, BERAT. Pokoknya gua berdoa aja semoga hubungan diantara kita semua terus terjalin hingga masing-masing sudah punya cucu yang kawai :’)  

Tahun awal yang begitu menakjubkan di IPB bersama mereka, pasti enggak akan gua lupakan. Terima kasih atas semuanya yang telah kau berikan gaes. Terus teriakkan yel-yel kebangaan kami “Forza Pione” dan gunakan hastag kebanggan kami #ChamPiOne.  


Bonus :


Tinggal Dipilih Aja Bang ^^


Forzaaaaaaaaa........ Pione!


Maskot (Jeffrey), Ketua Suporter (Irfan), Potografer (keri)


Persiapan Squad Of Supporter


Lihat Betapa Bahagianya Samuel Di Kelas P01 :')



Posting Komentar