Jumat, 26 September 2014

Penghancur Persahabatan


Ceritanya Cover


Ketika gua mau masuk SMA, Ayah gua pernah ngasih tau suatu hal kepada gua.

“Nak… Ada tiga hal didunia ini yang paling ampuh untuk menghancurkan hidup seorang pria. Pertama harta. Kedua tahta, dan yang ketiga adalah wanita” pesan ayah gua.

Masalah harta dan tahta, gua udah sering melihat contoh-contohnya di tv. Kalo masalah wanita, gua belum 
pernah melihat contohnya. Sampai  masalah ini, masalah wanita, hampir saja menghancurkan persahabatan gua.

Gua punya dua orang sahabat, dua orang teman yang dekat  banget sama gua. Sahabat gua yang pertama namanya Rangga, sahabat yang kedua namanya Jsp. Kami sudah saling menganggap  satu sama lain  sebagai saudara.


Sorry For Bad Editing

Diantara kita bertiga hanya Jsp yang punya pacar, gua dan rangga memilih untuk jomblo, tidak pacaran. Walaupun sudah cukup lama berpacaran, Jsp belum pernah mengenalkan pacarnya kepada gua dan Rangga.

Disuatu siang yang cukup panas, ketika gua sedang belajar untuk persiapan SBMPTN. Handphone gua tiba-tiba berbunyi “ting nong” bunyi notifikasi line. Karena gua sudah mulai bosan belajar, jadi gua mengecek hp gua. Ternyata ada line dari seorang cewe yang belum gua kenal.

“Ini keri ya?” Tanya cewe tersebut.

“Iya, ini siapa ya?” Tanya gua bingung.

“Gua acit, pacarnya jsp” balas dia.

“Oh… acit. Iya-iya, ada apa cit?” balas gua agak sedikit terkejut.

“jadi gini ker. Kan tanggal 21 july nanti ulang tahunnya si jsp. Nah, gua pengen ngebikin video stop motion gitu ker. Elu sama Rangga kan temen deketnya jsp, jadi gua pengen masukin elu sama Rangga ke video bikinan gua itu. Gimana? Mau ya? Ya?” Tanya dia.

“Gua sih mau aja cit. Tapi gua Tanya dulu si Rangga, dia mau atau enggak. Oh iya, emangnya mau ketemuan buat bikin video dimana? Hari apa?” Tanya gua.

“Okeh. Di Summarecon Mall Bekasi ya? Hari rabu besok, biar gua punya waktu lima belas hari buat ngeditnya. Gimana ker?”

“Okedeh. Sip. Gua kasih tau Rangga nanti”

“Sip. Makasih banyak ker.”

Setelah itu, gua pun langsung menelpon Rangga, berhubung nomor telpon gua sama Rangga sama-sama  tri, jadi murah kalo buat telpon.

“Hallo Assalamualaikum, Rang”. Kata gua memulai telpon.

“Ya. Waalaikumsalam, kenapa pik?” jawab Rangga.

“Gini Rang. pacarnya Jsp tadi ngeline gua. Dia minta ketemuan sama kita berdua, katanya sih pengen rekaman video buat surprise  ultahnya jsp, mau enggak elu?” Tanya gua.

“Ketemuan sama pacarnya jsp berarti pik? Kapan? Dimana? Gua sih ayo aja” jawab si Rangga.

“Dia mintanya ketemu rabu besok di sumarecon mall bekasi, gimana? Terima nih?”

“wokelah, terima aja. Tapi elu ke rumah gua ya? Jemput gua?”.

“Iyadeh. Kasian gua ama jari elu, masih belum bener. Udah dulu ya? Assalamualaikum”.

“Sep. Waalaikumsalam”.

Hari pertemuan yang telah ditentukan pun tiba. Gua sama Rangga jadi ketemuan sama pacarnya Jsp. Awalnya, gua kira pacarnya jsp bakalan datang sama segerombolan teman-temanya. Eh taunya hanya datang berdua sama teman ceweknya.

Proses pembikinan video pun berjalan, karena gua sama Rangga tidak PD kalo direkamin sama pacarnya Jsp. jadi kita minta biar kita aja yang ngerekam sendiri. Ketika di tengah proses perekaman video, tiba-tiba Rangga mengusulkan kalo kita berdua juga harus bikin video surprise  buat jsp. Gua pun setuju. Setelah semua proses perekaman video selesai, semuanya pulang ke rumah masing-masing.

Hari Jumat, dua hari setelah perekaman video dengan pacarnya jsp, Rangga datang ke rumah gua untuk pembikinan video surprise. Proses pembikinan video berdurasi sekitar sepuluh menit, menghabiskan waktu dua hari, jumat dan sabtu.

Ketika jumat sore. sesuai rencana, gua sama Rangga ngegodain jsp di grup line (JKC) kita bertiga. Kita berdua nyinggung-nyinggung masalah pacarnya. Minta dikenalin, minta dijelasin, pokoknya sampe ngebuat si Jsp agak marah. Setelah itu, biar Jsp bisa sedikit lebih ‘adem’, gua ngajak nonton film Transformer 4 bertiga, hari sabtu di Summarecon Mall Bekasi (SMB). Dia pun mau.

Sabtunya, setelah proses perekaman video selesai, gua sama Rangga berangkat ke XXI SMB, tempat dimana sebelumnya gua ketemuan sama pacarnya Jsp. Ketika ketemu Jsp, gua liat mukanya agak sedikit terlihat marah, kesel, jutek. Dan cara ngomongnya pun tidak seperti biasanya dia ngomong. Tapi gua sama Rangga menganggap hal itu biasa aja, “bercanda palingan” pikir gua dalam hati.

Selesai menonton film, kita makan siang di downtown nya SMB. Mimik muka Jsp sudah terlihat tidak marah lagi, gaya bicaranya pun sudah seperti gaya bicara dia biasanya.

Kalau kita bertiga sedang nongkrong-nongkrong, ngobrol-ngobrol ringan gitu. Biasanya Jsp suka minjam handphone gua atau handphonenya Rangga. Karena lagi makan, handphone gua, gua taruh di meja, disebelah handphennya Jsp. Mungkin karena handphone gua yang paling dekat dari jangkauannya Jsp, handphone gua pun diambil dan dilihat-lihat isinya.

Setelah beberapa saat meminjam hp gua, tiba-tiba Jsp menghentikan makannya. Gua melihat raut mukanya jadi terlihat agak marah. Napasnya jadi sedikit berat. Awalnya gua heran, sampai gua  ingat kalau gua lupa menghapus chat history line gua sama pacarnya, dan gua juga lupa menghapus poto paparazzi gua sama pacarnya.

“Mampus. Gawat nih” pikir gua.

“Pik. Rang.” Jsp memanggil kita dengan suara yang sedikit berat, terlihat seperti menahan marah. Gua hanya bisa diam, sedangkan Rangga yang belum tau apa yang sedang terjadi, hanya bisa melongo. Ketika gua dan Rangga menghentikan makan dan melihat ke arah Jsp. Jsp tiba-tiba berdiri dan memukul meja dengan kencang.

“BRAAKKK!!!”

“Mau elu berdua apa? Hah! Katanya belum kenal sama pacar gua. Tapi taunya udah pernah ketemuan! Mau kalian berdua sebenarnya tuh apa? Hah!!!” Kata Jsp sambil teriak.

Semua orang yang ada di downtown pun melihat ke arah kami bertiga, karena suara teriakan Jsp yang begitu kencang. Setelah selesai berteriak, tiba-tiba Jsp mengambil tasnya dan pergi meninggalkan kami berdua.

“Jes. Tunggu..” Gua pun bangkit, berusaha untuk mengejar dia, menghentikan dia dan menjelaskan semuanya. Tapi tiba-tiba Rangga menghentikan gua.

“Pik. Jangan sekarang, elu kalau mau jelasin sekarang enggak bakalan ada yang berubah. Bakal percuma, tambah bisa jadi lebih parah. Kita harus nunggu dia sampe tenang, baru kita jelasin semuanya” Usul si Rangga.

Gua yang sedang panik dan bingung, hanya bisa setuju dengan usulannya Rangga. Gua tadinya berharap setelah kita bertiga nonton bareng, Jsp bisa lupa sama marahnya dan maafin gua sama Rangga. Eh taunya Jsp malah semakin meledak marahnya.

Gua pun merasa bersalah kepada Jsp. Gua coba memulai obrolan di grup line kita bertiga. Yang nge-read dua orang, tapi yang ngerespon balik cuma satu orang, yaitu Rangga. Gua coba personal chat ke Jsp, hanya di read saja, tidak dibalas. Gua coba nyuruh Rangga untuk personal chat sama Jsp, katanya juga Cuma di read aja, tidak dibales. Gua pun jadi semakin lebih merasa bersalah. Hari-hari pun lewat, Jsp masih belum membalas line gua sama Rangga.

Hari pun sudah berganti , sekarang tanggal 21 july. Hari ulang tahunnya Jsp. Gua sama Rangga berharap, dengan video surprise yang telah kita berdua buat, jsp jadi bisa kembali seperti biasanya dan memaafkan kita berdua.

Sesuai rencana, gua nge-line pacarnya Jsp untuk ngajak Jsp jalan-jalan keluar rumah. Pacarnya pun membalas line gua kalau dia sudah mengajak jalan-jalan jsp. Gua sama Rangga pun pergi ke rumahnya Jsp, lalu memberikan kaset yang berisi video surprise kepada kakaknya Jsp. Misi pun sukses. Gua dan Rangga berharap semoga setelah menonton video itu Jsp bisa terhibur, lalu memaafkan gua dan juga memaafkan Rangga.

Setelah menyelesaikan misi, tiba-tiba perut gua berbunyi, sinyal untuk ditunaikan haknya. Gua pun mengajak Rangga untuk makan di warung makan pinggir jalan daerah proyek, daerah yang  lumayan dekat dari perumahannya Jsp.

Kita berdua makan nasi goreng dengan sangat lahap, mungkin karena panas matahari siang yang begitu menyengat sehingga membuat kita jadi kelaparan.

Sudah jadi tradisi kami bertiga jika sedang berada disuatu tempat, harus selfie, trus update ke media sosial (Path).  Setelah makan nasi goreng sampai habis, kita berdua pun membicarakan masalah Jsp.

“Rang. Reaksi Jsp nanti gimana ya? Gua enggak yakin dia bakalan maafin kita deh. Kita udah keterlaluan ngatain dia” tanya gua.

“Tenang aja pik. Gua yakin Jsp maafin kita kok” jawab Rangga

“Tapi Rang. Buktinya, gua udah nge-line dia. Cuma di read. Elu juga nge-line dia kan? Cuma di read juga kan? Itu dia sampai ngacangin kita begitu. Itu jelas bukti kalau dia marah banget sama kita Rang…” ungkap gua masih cemas.

“Udahlah pik. Gua yakin kok, pasti si Jsp bakalan maafin kita. Masa iya gara-gara gitu doank sampe segitunya dia marah? Kita kan udah kayak saudara. Pasti saling ngerti kok satu sama lain”. Jawab Rangga bijak.

“Iya juga sih kalo dipikir-pikir. Yaah... Semoga aja dia ngerti deh”

Setelah merasa cukup puas makan dan istirahat di warung makan tersebut. Setelah membayar, gua dan Rangga keluar dari warung tersebut dan berniat ingin langsung pulang ke rumah.

Ketika gua sudah menyalakan motor, Rangga sudah duduk di kursi penumpang, dan kita berdua sudah siap untuk meluncur pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang berbadan tinggi besar memutar kunci motor gua ke arah kiri, sehingga motor gua pun mati. Gua kira orang tersebut ingin mengambil motor gua. Tapi tiba-tiba orang tersebut malah memeluk gua sama Rangga.

“Bro… Maapin gua ya... gua ngaku gua salah… Hiks”



Dan gua akhirnya tau dari suaranya kalau orang itu adalah Jsp.
Posting Komentar